Sejarah Singkat Gitaris Paul Gilbert

Dewa Gitar Paul Gilbert



PAUL GILBERT
"Salah satu dewa gitar dengan permainan paling cepat dan bersih"

Nama Lengkap: Paul Brandon Gilbert
Website Resmi: PaulGilbert.com
Tempat/Tgl Lahir: 6 November 1966 di Carbondale Illinois - USA.
Group Band Saat Ini: Racer X
Group Band Sebelumnya: Racer X, Mr.Big
Pengaruh: Eddie Van Halen
Pendidikan: Tamatan GIT (Guitar Institute Of Technology) dan Instruktur GIT.
Gitar: Ibanez Paul Gilbert Model (PGM) Signature Series
Keahlian: Alternate Picking, String Skipping, Arpeggio, dll.
Paul Gilbert merupakan salah satu dewa gitar seperti halnya Steve Vai, Yngwie, John Petrucci lainnya. Sebelumnya Paul dikenal melalui group bandnya Mr.Big, rekaman Mr.Big yang laku keras turut membesarkan nama Paul di dunia musik rock.
Paul sendiri sudah cukup mengegerkan dunia gitaris pada tahun 86-87 sebagai pemain gitar tercepat di dunia ketika Paul masih bergabung dengan group band Racer X. Teknik permainannya telah sempurna saat ia baru menginjak 17 tahun itu.
Pada usia 5 tahun (1971) Paul sudah mulai mempelajari gitarnya, 10 tahun berikutnya (1981) Paul coba mengirim demo rekamannya ke produser Mike Varney dan di luar dugaanya Mike sangat mengagumi permainannya di samping Tony Macalpine.
Pada tahun 1984 Paul pindah ke LA dan melanjutkan sekolah gitarnya ke GIT (Guitar Institute of Technology) dan kini telah menjadi instruktur sekolah gitar bergengsi ini.
Pada tahun 1986 dia bergabung dengan band pertamanya Racer X dengan album debutnya “Street Lethal “, kemudian “Second Heat” (1987) & “Live! Extreme Volume” (1988).
Pada tahun 1989 Paul meninggalkan Racer X dan bergabung dengan group band MR.BIG dengan pemain bass yang disegani “Billy Sheehan”, vocalis Eric Martin dan drummer Pat Torpey.
Mereka meluncurkan album pertamanya “MR.BIG” dan MR.BIG tampil untuk pertama kalinya di Jepang pada bulan Oktober.
Selanjutnya Paul meluncurkan album berikutnya: “Live! Raw Like Sushi” (1990), “Mr Big – Lean into it” (1991), “Mr.Big – San Francisco Live” (1992), “Racer X – Live Extreme Volume 2″ (1992), “Mr.Big – Bump Ahead” (1993), “Mr.Big – Live! Raw Like Sushi 2″ (1994), “HEY MAN” & ” The best of MR.BIG” (1996), “Hard Rock Cafe”, ” Live At Budokan ” & solo ” King of Club” (1997)
Lagu “To Be With You” (dari Album “Lean Into It”) menduduki posisi pertama di majalah Billborad USA selama 3 minggu.
Pada tahun 1998 Paul tampil pertama kali di Jepang dengan solo albumnya. Paul meluncurkan album solo “Flying Dog”. Tahun 1999 Paul kembali ke Jepang dan meluncurkan album solo kedua “Beehive Live” dan album ketiga Racer X “Technical Difficulties”.
Tahun 2003 album Burning Organ dirilis, kali ini masuk ke label Indonesia dibawah naungan Staria Enterprise. Namun album berikutnya, Acoustic Samurai tidak lagi di Staria, melainkan berpindah ke label Variant Music. Kemudian Paul menggelar promo tur album “Spaceship One” hingga ke Indonesia. Hal ini disambut antusias oleh penggemar-penggemarnya, pasalnya banyak artis asal Amerika yang menarik diri karena takut disweeping oleh pihak-pihak tertentu.

41 Cara Menyambut Malaikat Maut

1. Dengan iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk

2. Dengan senantiasa memelihara shalat lima waktu tepat pada waktunya dengan berjamaah di masjid bersama kaum muslimin, disertai dengan kekhusyukan dan perenungan makna-maknanya. Sedangkan shalatnya kaum wanita di dalam rumah adalah lebih utama

3. Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan tepat pada waktunya, sesuai dengan ukuran dan kriterianya berdasarkan syara’

4. Dengan berpuasa ramadhan di dasari keimanan dan mengharap pahala dari Allah

5. Dengan haji mabrur, karena tidak ada balasan bagi haji mabrur ini melainkan surga. Sedangkan umroh pada bulan ramadhan setara dengan menunaikan haji bersama Nabi saw

6. Dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah tambahan (nafilah), yaitu ibadah selain fardhu, baik berkenaan dengan shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah SWT berfirman dalam hadist qudsi : “Dan hamba-Ku masih saja mendekat kepad-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah, sehingga Aku mencintainya”

7. Dengan segera bertaubat yang setulus-tulusnya dari segala kemaksiatan dan kemungkaran, dan dengan berjanji untuk selalu mengisi waktu-waktu yang ia miliki dengan banyak beristighfar, berdzikir, serta melaksanakan segala jenis ketaatan lain.

8. Dengan memurnikan ibadah kepada Allah (ikhlas kepada-Nya), dan meninggalkan riya’ dalam segala hal. Allah SWT berfirman : “Mereka tidaklah diperintahkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya dalam melaksanakan agama dengan lurus” (QS. Al-Bayyinah : 5)

9. Dengan mencintai Allah dan rasul-Nya. Kecintaan kepada Allah tidak akan terwujud kecuali harus disertai dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Katakanlah, jika kau (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali Imron : 31)

10. Dengan memberikan kecintaan karena Allah dan benci karena Allah pula, serta memberikan loyalitas karena Allah. Ini berarti mencintai perbuatan yang Allah cintai seperti beribadah, berdzikir dan melakukan amal kebajikan, benci karena Allah berarti membenci hal-hal yang tidak disukai Allah seperti zinah, ghibah, serta perbuatan maksiat lainnya.

11. Dengan rasa takut kepada Allah Yang Maha Mulia, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, ridha dengan yang sedkit, dan mempersiapkan diri menghadapi hari perjalanan menuju hisab. Ini adalah hakikat takwa

12. Dengan bersabar dalam menghadapi cobaan, bersyukur ketika memperoleh kelonggaran, selalu merasa diawasi oleh Allah, baik dalam keadaan sembunyi maupun terbuka, serta dengan mengharap anugerah dan karunia yang ada di sisi-Nya

13. Dengan bertawakal (pasrah) seutuhnya kepada Allah SWT. Allah berfirman “Hanya kepada Allah-lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Maidah: 23)

14. Dengan menuntut ilmu yang bermanfaat, serta berusaha menyebarkan dan mengajarkannya. Allah SWT berfiman “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa tingkat” (QS. Al-Mujadilah: 11) dan juga firman Allah SWT “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan jangan sampai kamu menyembunyikannya” (QS. Ali Imron: 187)

15. Dengan mengagungkan Al-Qur’an. Yaitu dengan cara mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan huku-hukumnya, serta mengenali apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkannya. Nabi saw bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

16. Dengan jihad di jalan Allah, bersiaga selalu dan berjaga di perbatasan musuh, serta tidak lari dari medan laga. Nabi saw bersabda “Janganlah kamu mengharap-harap bertemu musuh dan mohonlah kesehatan kepada Allah. Namun jika kamu bertemu dengan mereka, bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga itu di bawah naungan pedang” (Muttafaqun ‘alaih)

17. Dengan menjaga lidah dari hal-hal yang haram seperti dusta, ghibah (menggunjing), mengadu domba dan memfitnah, mencaci, mengutuk, serta berkata dan bernyanyi kotor. Nabi saw bersabda “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhi hendaklah berkata baik atau (memilih) diam” (Muttafaqun ‘alaih)

18. Dengan memenuhi janji, menunaikan amanat kepada yang berhak, serta tidak berkhianat dan menipu. Allah SWT berfirman “Penuhilah janji-janjimu” (QS. Al-Maidah :1) dan “hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya” (QS. Al-Baqarah : 283)

19. Dengan meninggalkan zina, minum-minuman keras, membunuh jiwa, berbuat zhali, mencuri, makan harta orang lain secara bathil, makan barang riba, dan makan segala yang tidak menjadi haknya menurut syara’. Allah SWT berfirman “Katakanlah, sesungguhnya Rabbku mengharakan perbuatan keji yang tampak maupun yang tersembunyi” (QS. Al-A’raf : 33)

20. Dengan bersikap wara’ dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi barang yang tidak halal.

21. Dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahmi, mengunjungi saudara dan bersabar menghadapi gangguan mereka, serta berbuat baik kepada orang lain yang berada dekat dengan kita maupun yang jauh.

22. Dengan menjenguk orang yang sakit, berziarah kubur dan mengiringi jenzah. Sebab, itu semua akan mengingatkan kepada akhirat dan menganggap rendah dunia.

23. Dengan tidak mengenakan pakaian dan aksesoris yang diharamkan, seperti sutra, emas dan isbal (memanjangkan pakaian hingga melampaui mata kaki) bagi kaum pria, atau menggunakan bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum. Semuanya itu hukumnya haram.

24. Dengan memakai jilbab yang sempurna dan menutupi aurat bagi kaum wanita, yang tidak bisa menggambarkan lekuk tubuhnya dan juga tidak tipis, tidak menarik pandangan orang lain untuk melihatnya dan tidak menimbulkan fitnah, serta menjauhi tasyabbuh (meniru-niru, menyerupai) kaum wanita kafir dalam berpakaian, dimana pakaian yang mereja kenakan itu memang sengaja dibuat untuk menimbulkan fitnah dan membangkitkan nafsu birahi.

25. Dengan sederhana dalam membelanjakan harta, menjaga nikmat, dan tidak berbuat tabdzir (pemborosan)

26. Dengan meninggalkan perbuatan khianat, dengki, iri hati, permusuhan, kebencianm serta menggunjing harga diri kaum muslimin dan muslimat tanpa ada alasan yang benar.

27. Dengan memerintahkan yang makruf dan mencegah yang mungkar, menyeru kepada Allah dengan menempuh jalan hikmah dan bimbingan yang baik.

28. Dengan berbuat adil terhadap sesama manusia serta saling menolong dalam kebajikan dan takwa

29. Dengan berpegang kepada akhlak mulia seperti rendah diri, penyayang, sabar, malu, pemaaf, menahan marah, dan murah hati, serta tidak sombong, menipu, angkuh, congkak dan sebagainya.

30. Dengan menunaikan hak-hak anak dan istri sesempurna mungkin, serta mengajarkan kepada mereka urusan agama yang mereka butuhkan.

31. Dengan menjawab salam dan memberi salam, menyambut doa orang yang bersin, memuliakan tamu dan tetangga, serta menutupi aib orang sebisa mungkin.

32. Dengan hidup zuhud di dunia (tak berlebih-lebihan dengan dunia) dan memendekkan angan-angan sebelum sampai ajalnya.

33. Dengan sikap cemburu terhadap harga diri, menahan pandangan dari melihat hal-hal yang diharamkan di jalanan atau melalui layar televisi, dan internet.

34. Dengan berpaling dari kesia-siaan, senda gurau dan permainan, serta mengambil hak-hak yang berharga dan meninggalkan segala hal yang tiada artinya.

35. Dengan mencintai para sahabat Nabi saw, berlepas diri dari kebencian terhadap mereka atau mencaci mereka

36. Dengan mendamaikan antara sesama manusia dan mendekatkan arah pandangan antara kedua belah pihak yang bertikai, sehingga hilang perselisihan dan perpecahan tidak semakin melebar.

37. Dengan tidak mendatangi dukun, ahli nujum, tukang sihir, tukang ramal dan sejenisnya. Rasulullah saw bersabda “Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal lalu membenarkan kepada apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

38. Dengan mematuhi suami bagi seorang istri, serta menjaga hartanya, anaknya dan ranjangnya

39. Dengan meninggalkan perbuatan bid’ah dalam beragama, serta tidakmenyeru kepada kebatilan dan kesesatan

40. Dengan tidak menyambung rambut bagi wanita, tidak mentato, tidak mencukur ais, serta tidak merenggangkan gigi dan meruncingkannya.

41. Dengan tidak memata-matai kaum muslimin dan tidak mengungkap aib mereka, serta tidak menyakiti mereka

Tanya Jawab Seputar Aqidah

Tanya : Apakah iman itu tauhid ?
Jawab:
Tauhid adalah mengesakan Allah dengan apa yang khusus bagi Allah dan wajib bagi Allah. Sedangkan iman adalah membenarkan, yang mencakup pengertian menerima dan pasrah. Diantara keduanya( iman dan tauhid) terdapat pengertian yang umum dan khusus. Setiap orang yang bertauhid tentu mukmin daan setiap mukmin tentu bertauhid dalam pengertian secara umum. Akan tetapi terkadang, pengertian tauhid itu lebih khusus ketimbang iman, dan begitu juga sebaliknya, pengertian iman lebih khusus dari pada pengertian tauhid. Wallallahua'lam

Tanya : Islam dan iman apa bedanya?
Jawab:
Islam dalam pengertian secara umum adalah beribadah kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyariatkan sebagaimana yang dibawa oleh utusanNya sejak para rasul itu di utus hingga akhir kiamat. Ini mencakup apa yang dibawa oleh Nuh alaihis salam berupa hidayah dan kebenaran, dan juga dibawa oleh Musa yang dibawa oleh Isa dan mencakup yang dibawa oleh Ibrahim Imamul Hunafa sebagaimana yang diterangkan oleh Allah dalam berbagai ayatNya yang menunjukkan bahwa syariat terdahulu seluruhnya adalah islam kepada Allah azza wa jalla.

Sedangkan islam dalam pengertian secara khusus setelah diutusnya nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ajaran yang dibawa oleh beliau. Karena ajaran beliau menghapus seluruh ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim karena tidak menyerahkan diri kepada Allah, akan tetapi kepada hawa nafsunya.

Orang-orang yahudi adalah orang-orang muslim pada zaman nabi musa, demikiaan pula orang nasrani muslim pada zaman isa. Namun ketika telah diutus Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian ia mengkufurinya maka mereka bukan menjadi muslim lagi.

Oleh karena itu tidak dibenarkan seseorang berkeyakinan bahwa agama yang dipeluk orang-orang yahudi dan nasrani sekarang ini sebagai agama yang benar dan diterima di sisi Allah sebagaimana dienul Islam. Bahkan orang yang berkeyakinan seperti itu berarti telah kafir dan keluar dari dienul islam, sebab Allah ta'ala telah berfirman.

"Sesungguhnya dien yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam "
(QS Ali Imran : 19)

"Barangsiapa mencari suatu din selain islam maka tidak akan diterima din itu daripadanya"
(QS Ali Imran : 85)

Islam yang dimaksudkan adalah islam yang dianugerahkan Allah kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan umatnya. Allah berfirman

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu sebagai agamamu"
(QS Al Maidah : 3)

Ini adalah nash yang amat jelas yang menunjukkan bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bukan pemeluk islam. Oleh karena itu agama yang mereka anut tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan bermanfaat pada hari kiamat. Kita tidak boleh menilainya sebagai agama yang lurus. Salah besar seorang yang menilai Yahudi dan nasrani sebagai saudara atau bahwa agama mereka pada hari ini sama pula seperti yang dianut oleh pendahulu mereka.

Jika kita katakan bahwa islam berarti menghambakan diri kepada Allah dengan menjalankan syariatNya, maka dalam artian ini termasuk pula pasrah atau tunduk kepadaNya secara lahir dan batin. Maka ia mencakup seluruh aspek aqidah, amalan maupun perkataan.

Namun jika kata islam itu disandarkan dengan iman, maka islam berarti amalan-amalan perbuatan yang lahir berupa ucapan-ucapan lisan maupun perbuatan anggota badan. Sedangkan iman adalah amalan batiniah yang berupa aqidah dan amalan hati.

Perbedaan istilah ini bisa kita lihat dalam firman Allah

"Orang-orang arab badui itu berkata Kami telah beriman. Katakanlah kepada mereka: kamu belum beriman tetapi katakanlah kami telah tunduk, karena iman itu
belum masuk ke dalam hatimu" (Al Hujurat:14)

Mengenai kisah nabi Luth, Allah ta'ala berfirman

"Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah
dari orang-orang yang berserah diri"
(Adz Dzariyat:35-36)

Di sini terlihat perbedaan antara mukmin dan muslim. Rumah yang berada di negeri itu lahirnya adalah rumah yang islami namun ternyata di dalamnya terdapat isteri Luth yang menghianatinya dengan kekufurannya. Adapun siapa saja yang keluar dari negeri itu dan selamat, maka mereka itulah kaum beriman yang hakiki, karena keimanan itu telah benar-benar masuk ke hati mereka.

Perbedaan istilah ini juga bisa kita lihat lebih jelas lagi dalam hadits Umar bin khatab bahwa jibril pernah bertanya kepada nabi mengenai islam dan iman. Maka beliau menjawab "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan dan berhaji di baitullah".

Mengenai iman beliau menjawab: "Engkau beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya, utusan-utusanNya, hari akhir, serta beriman dengan qadar yang baik dan yang buruk."

Intinya, pengertian islam secara mutlak adalah mencakup seluruh aspek agama termasuk iman. Namun jika istilah islam itu disandinggkan dengan iman, maka islam ditafsirkan dengan amalan lahir berupa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Sedangkan iman ditafsirkan dengan amalan batin berupa keyakinan dan amalan hati.